jepang

Faperta  UMSU akan mengirimkan mahasiswanya untuk studi magang bidang pertanian di universitas dan perusahaan di Jepang. Untuk hal ini UMSU langsung menandangani MoU dengan PT Chikyujin Indonesia Institute, satu foundation dari negeri matahari terbit itu, yang memiliki perhatian pada pendidikan di ruang rapat rektor UMSU di Kampus Jalan Kapt. Mukhtar Basri, Jumat (2/6).

Penandatangan MoU dilakukan oleh Rektor UMSU Dr Agussani MAP diwakili WR I Dr Muhammad Arifin Gultom dan President Director PT CII Kazuo Sawachi. Acara dihadiri WR II Akrim MPd, WR III Dr Rudianto MSi yang mengarahkan acara penandatanganan MoU. Turut hadir Sekretaris Universitas Gunawan MTh, Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMSU dr Eka Airlangga MKed (Ped) SpA, Dekan Faperta UMSU serta para dosen.

Usai penandatangan, WR I Dr Muhammad Arifin mengatakan MoU ini merupakan payung implementasi dari rencana magang yang sudah dipersiapkan sebelumnya dalam bentuk kunjungan silaturahim ke KUI. Tawaran magang melalui PT CII kepada UMSU, lanjutnya, sebuah kepercayaan yang tinggi kepada UMSU dari pemerintah Jepang. “UMSU menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan pemerintah Jepang ini,” ujarnya.

Dr Muhammad Arifin berharap mahasiswa yang telah lulus seleksi internal agar mempersiapkan diri. Mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman luar biasa, apalagi Jepang andal dalam bidang teknologi pertanian. Pengalaman di sana sangat bermanfaat untuk dikembangkan bersama mahasiswa pertanian di UMSU.

President Director PT CII Kazuo Sawachi mengatakan, saat ini pemerintah Jepang memberikan kesempatan kepada mahasiswa UMSU untuk magang dalam bidang produksi pertanian khususnya tanaman jamur yang banyak dikelola menjadi obat. Mahasiswa UMSU akan mendapat materi kuliah dan praktik langsung di sentra-sentra pengolahan jamur baik milik pemerintah Jepang maupun swasta. Program undangan magang sendiri merupakan bagian dari permintaan pemerintah Jepang, namun kuotanya cukup terbatas dan selektif diberikan kepada sejumlah negara.

Untuk membuka kesempatan yang lebih terbuka tapi tetap terbatas, lanjutnya, program ini kini dilaksanakan pihak swasta di sana. Untuk itu peran PT CII selaku foundation melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia termasuk UMSU melalui KUI.

Ketika berada di UMSU, Kazuo Sawachi mengaku senang mendapat sambutan yang antusias dari pihak rektorat dan mahasiswa. Dia berharap tujuh mahasiswa Pertanian yang telah lulus seleksi internal menunjukkan keseriusan mengikuti program ini. Pemerintah Jepang akan menanggung seluruh biaya hidup selama berada di sana. Jika MoU berjalan dengan baik, lanjutnya, pemerintah Jepang akan mengundang dosen untuk mendampingi peserta magang. Mereka berharap program ini tidak lagi terkendala dan mahasiswa UMSU dapat studi magang di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *