• id
    • ar
    • en
    • id
Fakultas Pertanian
  • Beranda
  • Profil
    • Fakultas Pertanian
    • Tujuan dan Sasaran Fakultas
    • Pimpinan
    • Daftar Dosen
  • Program Studi
    • Agribisnis
      • Berita
    • Agroteknologi
      • Berita
    • Teknologi Hasil Pertanian
      • Berita
  • Jadwal
    • Jadwal Perkuliahan
    • Jadwal UTS & UAS
  • Mahasiswa
    • Seminar Proposal
    • Seminar hasil
    • Sidang
    • Pendaftaran Program KKNT
    • Pendaftaran Program Wirausaha
    • Pendaftaran Program Magang
    • Surat Permohonan
    • Pengajuan Judul Penelitian
    • Pengajuan Transkrip Nilai
    • Praktik Kerja Lapang (PKL)
  • Alumni
    • Web UMSU
    • Jurnal
  • ICoSA
  • Moringa Center (Pusat Studi Kelor)
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Fakultas Pertanian
    • Tujuan dan Sasaran Fakultas
    • Pimpinan
    • Daftar Dosen
  • Program Studi
    • Agribisnis
      • Berita
    • Agroteknologi
      • Berita
    • Teknologi Hasil Pertanian
      • Berita
  • Jadwal
    • Jadwal Perkuliahan
    • Jadwal UTS & UAS
  • Mahasiswa
    • Seminar Proposal
    • Seminar hasil
    • Sidang
    • Pendaftaran Program KKNT
    • Pendaftaran Program Wirausaha
    • Pendaftaran Program Magang
    • Surat Permohonan
    • Pengajuan Judul Penelitian
    • Pengajuan Transkrip Nilai
    • Praktik Kerja Lapang (PKL)
  • Alumni
    • Web UMSU
    • Jurnal
  • ICoSA
  • Moringa Center (Pusat Studi Kelor)
No Result
View All Result
Fakultas Pertanian
No Result
View All Result

Pengertian Kapur Dolomit ,Cara Menggunakan, dan Manfaatnya Pada Pertanian

Annisa Medina Sari by Annisa Medina Sari
6 June 2023
in Opini
0
Pengertian Kapur Dolomit ,Cara Menggunakan, dan Manfaatnya Pada Pertanian
0
SHARES
407
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kapur dolomit adalah kapur yang  dibentuk dengan cara menghaluskan batuan kapur yang mengandung magnesium tanpa pemanasan. Nilai penetralan kapur dolomit adalah 109%. Peranan utama kapur dolomit adalah untuk meningkatkan pH, alkalinitas, dan hardness. Mekanisme reaksinya adalah: CaCO, +H,O + CO, Ca²+ 2HCO.

Kapur dolomit  dihasilkan dari pabrik pupuk ZA yang menggunakan bahan baku berupa phosphor gypsum, amoniak (NH3), dan karbon dioksida (CO2). Oleh karena itulah, kapur ini juga mengandung unsur hara makro dan mikro. Pada umumnya, kapur dolomit berbentuk halus (powder/tepung halus) yang bersifat homogen dan berwarna putih kecokelatan. Kegunaan utama kapur ini adalah untuk meningkatkan pH tanah maupun air serta menetralkan kadar keasamannya. Dolomit adalah kapur yang digunakan untuk keperluan pertanian. Kapur ini mengandung kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO).

Pada umumnya kapur dolomit atau kapur kalsit yang dominan digunakan dalam budidaya perairan berdasarkan pertimbangan di atas. Kelebihan kapur dolomit mempunyai reaksi tahan lama serta mudah didapatkan.

Cara Menggunakan Kapur Dolomit Pada Pertanian

Berikut adalah beberapa cara umum menggunakan kapur dolomit dalam pertanian:

1. Disebar di area pertanian

Cara yang paling umum adalah dengan menyebarkan kapur dolomit secara merata di atas area pertanian yang membutuhkan peningkatan pH tanah. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan mesin penyebarkan atau secara manual dengan tangan. Pastikan kapur dolomit tersebar dengan merata sehingga efeknya bisa dirasakan di seluruh area.

2. Ditaburkan pada lubang tanam

Ketika menanam tanaman, Anda dapat menambahkan kapur dolomit ke lubang tanam sebelum menanam bibit atau benih. Taburkan sejumlah kapur dolomit ke dalam lubang tanam dan campurkan dengan tanah sebelum menanam. Hal ini akan membantu menetralisir keasaman tanah di sekitar akar tanaman baru.

3. Dicampurkan dengan pupuk ZA

Kapur dolomit juga dapat dicampurkan dengan pupuk ZA (Zwavelzure Ammoniak) sebelum diterapkan ke tanah. Campurkan kapur dolomit dan pupuk ZA dalam rasio yang tepat sesuai petunjuk produsen atau rekomendasi ahli pertanian. Ini membantu menjaga keseimbangan pH tanah dan memberikan nutrisi tambahan berupa kalsium dan magnesium.

Manfaat Kapur Dolomit Pada Pertanian

Kapur dolomit  mengandung kalsium dan magnesium karbonat. Kapur dolomit memiliki berbagai manfaat dalam pertanian dan kehidupan tanah. Berikut adalah beberapa manfaat utama kapur dolomit:

1. Meningkatkan pH tanah

Kapur dolomit dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah yang asam. Dalam kebanyakan kasus, tanaman membutuhkan kondisi tanah yang sedikit lebih basa untuk pertumbuhannya yang optimal. Dengan meningkatkan pH tanah, kapur dolomit membantu menyesuaikan keasaman tanah yang terlalu tinggi.

2. Membersihkan tanah dari senyawa racun

Kapur dolomit juga dapat membantu membersihkan tanah dari senyawa racun atau kelebihan logam berat seperti aluminium dan mangan. Senyawa-senyawa ini dapat menjadi racun bagi tanaman dan menghambat pertumbuhannya. Kapur dolomit bekerja dengan mengikat senyawa-senyawa ini sehingga mereka tidak tersedia secara berlebihan bagi tanaman.

3. Meningkatkan populasi mikroba baik

Kapur dolomit memiliki efek positif terhadap populasi mikroba yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, seperti bakteri dan cendawan mikoriza arbuskula (Mycorrhizal fungi). Mikroba ini membantu meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tanaman dan membantu menjaga kesehatan tanah secara keseluruhan.

4. Menetralkan unsur kimia Al

Kapur dolomit juga berperan dalam menetralkan kelebihan aluminium (Al) dalam tanah. Aluminium dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan keracunan bagi tanaman, mengganggu pertumbuhan akar, dan menghambat penyerapan nutrisi. Dengan menetralkan aluminium, kapur dolomit membantu mengurangi efek negatifnya.

5. Mengendalikan patogen tanaman

Kapur dolomit memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu mengendalikan patogen tanaman, seperti jamur dan bakteri penyebab penyakit. Dengan mengurangi keberadaan patogen, kapur dolomit membantu menjaga tanaman tetap sehat.

6. Menambahkan kalsium dan magnesium ke tanah

Kapur dolomit mengandung kalsium dan magnesium, yang merupakan nutrisi penting bagi tanaman. Dengan mengaplikasikan kapur dolomit ke tanah, nutrisi ini ditambahkan dan membantu meningkatkan kesuburan tanah.

 

Tags: dolomitkapur dolomitmanfaat dolomit
Previous Post

Pengertian Agroforestri, Jenis, Contoh dan Manfaatnya

Next Post

Pengertian Stek, Jenis, Cara dan Faktor Yang Mempengaruhi

Next Post
Pengertian Stek, Jenis, Cara dan Faktor Yang Mempengaruhi

Pengertian Stek, Jenis, Cara dan Faktor Yang Mempengaruhi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By Categories

  • Agenda
  • Agribisnis
  • Agroteknologi
  • Berita
  • Edukasi
  • fakultas
  • Info Akademik
  • Info Penting
  • Kegiatan Mahasiswa
  • Moringa Center
  • Opini
  • Prestasi
  • Teknologi Hasil Pangan
  • Uncategorized
  • Video
umsu-kampus-terbaik-di-medan

Kampus Utama

Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238
Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

Kampus Kedokteran

Jl. Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Sumatera Utara, Indonesia
Telp. 061-7350163, 7333162
Fax.061-7363488

Kampus Pascasarjana

Jl. Denai No. 217, Medan, Sumatera Utara
Telp : 061-88811104

© 2022 UMSU - Unggul Cerdas Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Fakultas Pertanian
    • Tujuan dan Sasaran Fakultas
    • Pimpinan
    • Daftar Dosen
  • Program Studi
    • Agribisnis
      • Berita
    • Agroteknologi
      • Berita
    • Teknologi Hasil Pertanian
      • Berita
  • Jadwal
    • Jadwal Perkuliahan
    • Jadwal UTS & UAS
  • Mahasiswa
    • Seminar Proposal
    • Seminar hasil
    • Sidang
    • Pendaftaran Program KKNT
    • Pendaftaran Program Wirausaha
    • Pendaftaran Program Magang
    • Surat Permohonan
    • Pengajuan Judul Penelitian
    • Pengajuan Transkrip Nilai
    • Praktik Kerja Lapang (PKL)
  • Alumni
    • Web UMSU
    • Jurnal
  • ICoSA
  • Moringa Center (Pusat Studi Kelor)

© 2025 Faperta UMSU.