• id
    • ar
    • en
    • id
Fakultas Pertanian
  • Beranda
  • Profil
    • Fakultas Pertanian
    • Tujuan dan Sasaran Fakultas
    • Pimpinan
    • Daftar Dosen
  • Program Studi
    • Agribisnis
      • Berita
    • Agroteknologi
      • Berita
    • Teknologi Hasil Pertanian
      • Berita
  • Jadwal
    • Jadwal Perkuliahan
    • Jadwal UTS & UAS
  • Mahasiswa
    • Seminar Proposal
    • Seminar hasil
    • Sidang
    • Pendaftaran Program KKNT
    • Pendaftaran Program Wirausaha
    • Pendaftaran Program Magang
    • Surat Permohonan
    • Pengajuan Judul Penelitian
    • Pengajuan Transkrip Nilai
    • Praktik Kerja Lapang (PKL)
  • Alumni
    • Web UMSU
    • Jurnal
  • ICoSA
  • Moringa Center (Pusat Studi Kelor)
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Fakultas Pertanian
    • Tujuan dan Sasaran Fakultas
    • Pimpinan
    • Daftar Dosen
  • Program Studi
    • Agribisnis
      • Berita
    • Agroteknologi
      • Berita
    • Teknologi Hasil Pertanian
      • Berita
  • Jadwal
    • Jadwal Perkuliahan
    • Jadwal UTS & UAS
  • Mahasiswa
    • Seminar Proposal
    • Seminar hasil
    • Sidang
    • Pendaftaran Program KKNT
    • Pendaftaran Program Wirausaha
    • Pendaftaran Program Magang
    • Surat Permohonan
    • Pengajuan Judul Penelitian
    • Pengajuan Transkrip Nilai
    • Praktik Kerja Lapang (PKL)
  • Alumni
    • Web UMSU
    • Jurnal
  • ICoSA
  • Moringa Center (Pusat Studi Kelor)
No Result
View All Result
Fakultas Pertanian
No Result
View All Result

Pertanian Subsisten ,Tipe dan Keuntungannya

Annisa Medina Sari by Annisa Medina Sari
3 June 2023
in Opini
0
Pertanian Subsisten ,Tipe dan Keuntungannya
0
SHARES
300
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pertanian subsisten atau pertanian swasembada adalah bentuk pertanian di mana petani berusaha untuk menghasilkan cukup bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri dan keluarga. Pertanian subsisten beroperasi dengan skala kecil, menggunakan metode tradisional, dan memiliki sumber daya terbatas.

Petani subsisten mengandalkan pengetahuan turun temurun dalam mengelola lahan dan tanaman, menggunakan alat pertanian sederhana seperti cangkul atau sabit, dan mengerahkan tenaga kerja keluarga mereka sendiri.

Ciri khas dari pertanian subsisten adalah keberagaman varietas tanaman dan hewan ternak yang dibudidayakan untuk konsumsi. Selain itu, petani subsisten juga mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang keluarga mereka dalam menentukan tanaman yang akan ditanam. Mereka memikirkan apa yang akan mereka konsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama, termasuk kebutuhan pangan untuk tahun mendatang.

Tipe Pertanian Subsisten

Tipe pertanian subsisten mencakup beberapa metode yang umum digunakan oleh petani subsisten. Berikut adalah tiga tipe pertanian subsisten yang sering ditemui:

1. Pertanian Berpindah

Pertanian berpindah adalah metode pertanian di mana petani memindahkan lahan pertanian mereka setelah periode tertentu. Petani membuka lahan baru di daerah lain dan meninggalkan lahan yang telah digunakan untuk memulihkan kesuburan alaminya.

Pertanian berpindah umumnya dilakukan di hutan atau lahan alami lainnya. Petani biasanya menanam jenis tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk tumbuh, seperti jagung atau singkong, dan kemudian meninggalkan lahan tersebut setelah panen. Mereka kemudian mencari lokasi baru untuk membuka lahan pertanian baru.

2. Penggembalaan Nomaden

Penggembalaan nomaden melibatkan pemindahan ternak dari satu tempat ke tempat lain dalam pencarian pakan dan air yang cukup. Petani penggembalaan nomaden mengandalkan hewan ternak, seperti domba, kambing, atau sapi, sebagai sumber utama penghidupan mereka.

Mereka membawa ternak mereka ke padang rumput atau padang gurun yang tersedia untuk merumput dan mencari sumber pakan. Setelah pakan di satu tempat habis, mereka melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Penggembalaan nomaden memungkinkan petani untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada tanpa perlu memiliki lahan tetap.

3. Pertanian Subsisten Intensif

Pertanian subsisten intensif adalah metode pertanian di mana petani menggunakan lahan terbatas mereka secara intensif untuk menghasilkan hasil yang optimal. Mereka menerapkan praktik seperti penggunaan pupuk organik, pengolahan tanah yang baik, dan irigasi sederhana untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka.

Petani subsisten intensif sering kali memanfaatkan kebun kecil mereka untuk menanam berbagai jenis tanaman, termasuk sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan tanaman pangan lainnya. Mereka juga dapat memelihara hewan ternak dalam skala kecil, seperti ayam atau babi. Pertanian subsisten intensif membutuhkan pengelolaan yang cermat dan pemeliharaan yang terus-menerus untuk memaksimalkan hasil dari lahan terbatas yang tersedia.

Keuntungan Pertanian Subsisten

Pertanian subsisten memiliki beberapa kelebihan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Kemandirian pangan

Pertanian subsisten memungkinkan masyarakat untuk memproduksi makanan mereka sendiri, sehingga mereka tidak tergantung pada pasokan makanan dari luar. Ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dan memperkuat ketahanan pangan suatu daerah.

2. Keberlanjutan

Pertanian subsisten seringkali melibatkan praktik-praktik tradisional yang berkelanjutan secara ekologis. Petani biasanya menggunakan metode organik atau tradisional dalam mengolah tanah, menggunakan pupuk alami, dan mengelola air dengan bijaksana. Pendekatan ini dapat membantu menjaga kesuburan tanah, keanekaragaman hayati, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

3. Keanekaragaman pangan

Dalam pertanian subsisten, petani sering menanam berbagai jenis tanaman pangan, termasuk sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan umbi-umbian. Hal ini membantu menciptakan keanekaragaman pangan yang lebih besar, memastikan asupan gizi yang seimbang, dan mengurangi risiko kelaparan akibat kegagalan panen satu jenis tanaman.

4. Pemeliharaan budaya lokal

Pertanian subsisten sering kali melibatkan praktik-praktik tradisional yang diturunkan secara turun-temurun. Hal ini memainkan peran penting dalam memelihara budaya lokal, menghormati pengetahuan tradisional, dan melestarikan warisan budaya suatu masyarakat.

5. Pengurangan kemiskinan

Pertanian subsisten dapat menjadi sumber penghidupan yang penting bagi masyarakat pedesaan yang memiliki akses terbatas ke pekerjaan di sektor lain. Dengan memungkinkan mereka untuk memproduksi makanan mereka sendiri, pertanian subsisten dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi di komunitas-komunitas pedesaan.

 

 

 

Tags: pertanian subsistensubsisten
Previous Post

Manfaat Tanaman Cocor Bebek

Next Post

Pengertian Agroforestri, Jenis, Contoh dan Manfaatnya

Next Post
Pengertian Agroforestri, Jenis, Contoh dan Manfaatnya

Pengertian Agroforestri, Jenis, Contoh dan Manfaatnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By Categories

  • Agenda
  • Agribisnis
  • Agroteknologi
  • Berita
  • Edukasi
  • fakultas
  • Info Akademik
  • Info Penting
  • Kegiatan Mahasiswa
  • Moringa Center
  • Opini
  • Prestasi
  • Teknologi Hasil Pangan
  • Uncategorized
  • Video
umsu-kampus-terbaik-di-medan

Kampus Utama

Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238
Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

Kampus Kedokteran

Jl. Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Sumatera Utara, Indonesia
Telp. 061-7350163, 7333162
Fax.061-7363488

Kampus Pascasarjana

Jl. Denai No. 217, Medan, Sumatera Utara
Telp : 061-88811104

© 2022 UMSU - Unggul Cerdas Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Fakultas Pertanian
    • Tujuan dan Sasaran Fakultas
    • Pimpinan
    • Daftar Dosen
  • Program Studi
    • Agribisnis
      • Berita
    • Agroteknologi
      • Berita
    • Teknologi Hasil Pertanian
      • Berita
  • Jadwal
    • Jadwal Perkuliahan
    • Jadwal UTS & UAS
  • Mahasiswa
    • Seminar Proposal
    • Seminar hasil
    • Sidang
    • Pendaftaran Program KKNT
    • Pendaftaran Program Wirausaha
    • Pendaftaran Program Magang
    • Surat Permohonan
    • Pengajuan Judul Penelitian
    • Pengajuan Transkrip Nilai
    • Praktik Kerja Lapang (PKL)
  • Alumni
    • Web UMSU
    • Jurnal
  • ICoSA
  • Moringa Center (Pusat Studi Kelor)

© 2025 Faperta UMSU.