Kelestarian Hutan Menyangkut Hidup Semua Manusia

kelestarian-hutan-menyangkut-hidup-semua-manusia-242549-1

 

KELESTARIAN hutan sangat penting karena menyangkut kehi­dupan semua makhluk hidup. Maka manusia harus mengenal hutan secara baik dan benar. Bila telah mengenal hutan secara baik dan benar maka hutan dapat dilestarikan. Kelestarian hutan akan meminimalkan terjadinya bencana alam.

Hal ini dikatakan Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Mu­ham­­madiyah Sumatera Utara (Faperta UMSU) Medan, Ir Asritanarni Munar MP dalam kunjungannya ke Taman Wisata Alam (TWA) Hutan konservasi Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kunjungan studi sebanyak 405 orang mahasiswa Faperta UMSU Me­dan terdiri dari Program Studi Prodi antara lain, Agroekoteknologi, Agri­bis­­nis dan Ilmu Teknologi Pangan, baru-baru ini didampingi para dosen untuk melihat langsung kondisi hutan kon­vervasi.

Kunjungan studi mahasiswa Fa­perta UMSU Medan itu kata Ir Asritanarni Munar MP sebagai penyempurna ilmu yang diperoleh di kampus. Para mahasiswa bisa melihat, mengamati aneka jenis flora dan fauna langka dan dilindungi sebagai keper­luan ilmu pengetahuan.

Flora yang terdapat di kawasan Cagar Alam Sibolangit pohon angsana (ptero­carpus indicus), sono kembang (dalber­gia latifolia), kelenjar (sama­nea saman), nyamplung (Calophyllum inophillum), meranti (shorea Sp), palem, pinang dan pohon lainnya. Selain itu ada tumbuhan merambat dan bunga bangkai (Amorphophallus titanium) yang hanya berbunga setiap lima tahun sekali yang perlu diketahui para mahasiswa pertanian.

“Kunjungan ke TWA Sibolangit para mahasiswa dapat melihat tentang hutan konservasi yang merupakan bukan hutan sembarang hutan,” ung­kapnya. Para mahasiswa melaku­kan kunjungan studi itu diterima Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Dede Tanjung beserta puluhan staff yang mendam­pingi para mahasiswa melihat hutan konservasi.

Kepala Resort TWA Sibolangit, Dede Tanjung dalam sambutannya mengatakan kunjungan lapangan mahasiswa Faperta UMSU ke TWA Sibolangit satu langkah maju karena TWA Sibolangit memiliki fungsi strategis dalam pelestarian ling­kungan hidup. “Sebagai wujud usaha pelestari­an fauna dan flora dan pelestarian sum­ber daya alam yang ada di dalamnya, dilakukan berbagai usaha pengawetan (konservasi) alam baik dalam bentuk hutan lindung, taman nasional, cagar alam, suaka marga satwa dan lain-lain sesuai dengan fungsinya,” ungkapnya.

Menurutnya tanah TWA rata-rata termasuk jenis Andosol dan asosiasi Andosol dengan podsolik merah kuning yang tertutup oleh humus tebal sehingga memudahkan air untuk meresap kedalamnya. Bahan induk tanah ini berasal dari letusan gunung berapi berupa tuff intermeier. kondisi tanah bersifat asam dengan pH antara 4,5 sampai 5,6. Memiliki fungsi pen­ting menjaga keseimbangan lingkung­an hidup, mengatur tata air, iklim mikro. Kawasan itu juga menjaga kesu­buran tanah, sebagai daerah resap­an air hujan, mencegah banjir dan menjadi sumber air bagi daerah sekitarnya sampai kota Medan.

Sebelum melakukan peninjauan ke hutan Wakil Dekan I Faperta UMSU, Ir. Asritanarni Munar, MP atas nama Dekan Fakultas Per­tanian UMSU, Ir. Alridiwirsah, MM me­nye­rahkan plakat Faperta UMSU sebagai Cen­dera­mata yang diterima Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Sibola­ngit, Dede Tanjung.(Sumber Analisa/08/06/2016)