Polresta Medan menjadikan UMSU sebagai proyek percontohan (pilot project) kampanye anti narkoba di lingkungan kampus di Sumatera Utara. Aksi nyata kampanye anti narkoba di perguruan tinggi ini melibatkan rektorat, jajaran dekan, staf dosen sampai kalangan mahasiswa baru yang dilakukan secara kontiniu dan konsisten.

“UMSU layak jadi pilot project dalam kampanye anti narkoba karena apa yang dilakukan UMSU cukup menarik untuk diterapkan di kampus lain,”kata Kasat Reserse (Kasatres) Narkoba Polresta Medan Kompol Boy J Situmorang, SH., S.IK., MH usai memberikan ceramah anti Narkoba kepada 4.900 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada hari kedua acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2016 di kampus Jalan Mukhtar Basri, Medan, Selasa (30/8).

UMSU menggandeng Polresta Medan mengisi acara pada hari kedua PKKMB dengan sosialisasi dan kampanye anti Narkoba. Penggalangan kampanye anti narkoba melibatkan mahasiswa baru dengan melibatkan seluruh sivitas akademika UMSU.

“UMSU layak menjadi   proyek percontohan karena kepeduliannya yang tinggi dan secara kontiniu melakukan sosialisasi dan kampanye anti narkoba di lingkungan kampus   ,” kata Kasatres Narkoba Kompol Boy J Situmorang, SH., S.IK., MH   didampingi Wakil Rektor III Rudianto, S.Sos., M.Si, para dekan dan dosen.

Dalam kampanye itu, Kompol Boy J Situmorang bergabung dengan ribuan mahasiswa baru berseragam hitam putih bersama sivitas akademika menyatakan kebulatan tekad memerangi narkoba. Mereka mengusung spanduk panjang dengan tulisan: “Narkoba No, Prestasi Yes!”

Kemudian, Kasatres Narkoba Kompol Boy J Situmorang bersama sivitas akademika membuka kain selebung pada plang bertuliskan anti narkoba yang dipasang di 20 titik di lingkungan kampus. Setiap plang bertuliskan: “Hindari Narkoba, Sayangi Keluarga”. Pada plang tersebut tertulis hotline pengaduan ke Polresta, jika masyarakat dan sivitas akademika UMSU melihat peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kampus.

Foto: Nazib

Rektor UMSU Dr Agussani, MAP mengatakan kampanye anti narkoba dilakukan sejak seleksi penerimaan mahasiswa baru yang mana setiap mahasiswa wajib bebas dari pengaruh narkoba. Kampanye juga melibatkan seluruh komponen di UMSU mulai dari tingkat rektorat, jajaran dekanat, staf dosen, pegawai serta mahasiswa. Kampanye ini diadakan untuk memberikan rasa aman kepada para orangtua yang menitipkan anaknya menjadi mahasiswa di UMSU.

Rektor Dr Agussani mengingatkan sekaligus mengharapkan peran dan dukungan para orangtua dalam mencegah perilaku penyalahgunaan narkoba. “Perguruan tinggi tidak bisa bekerja sendiri dalam mencegah penyalahgunaan Narkoba, tapi butuh dukungan semua pihak, terutama orang tua ,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Rektor III Rudianto, M.Si pada acara PKKMB , mengatakan, upaya untuk mencegah pengaruh Narkoba di kampus sudah dilakukan sejak awal penerimaan mahasiswa baru. Selain itu , UMSU gencar melakukan sosialisasi bahaya Narkoba, termasuk dengan peresmian 20 plang kampanye anti Narkoba yang di pasar di berbagai sudut kampus.

“Ini semakin menguatkan bahwa UMSU tidak pernah mundur melawan penyalahgunaan narkoba di kampus,” katanya.

Kemudian, UMSU menjadikan isu narkoba menjadi bahan penelitian bagi dosen dan penelitian kreatifitas mahasiswa. Dalam penelitian tersebut Polresta, lanjut Rudianto, bersedia memfasilitasi dalam memberikan data tentang penyalahgunaan narkoba di Kota Medan.

Kasatres Narkoba Kompol Boy J Situmorang pada acara PKKMB sempat memberikan materi dengan judul “Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba Di Kota Medan” . Ceramah ini mendapat apresiasi dari mahasiswa baru tentang bahaya narkoba. Kepada mahasiswa baru dipaparkan bahwa kejahatan penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan di kota Medan semakin mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan kota Medan merupakan market yang potensial untuk pemasaran Narkotika baik jenis sabu, ekstasi, ganja maupun heroin dan berbagai jenis obat-obatan terlarang lainnya, sehingga angka jumlah tersangka yang terlibat narkoba setiap tahun terus meningkat pada semester I 2016 mencapai 1.490 orang.

Akibat penyalahgunaan narkotika tersebut menimbulkan tingginya angka kriminalitas kejahatan yang lain, karena pecandu narkotika akan melakukan apapun untuk mendapatkan Narkoba sehingga hal tersebut   menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kasatres Narkoba juga menjelaskan bahaya peredaran narkoba yang tidak terkendali juga dapat menambah jumlah penderita HIV/AIDS melalui jarum suntik.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *